Selasa, 14 Agustus 2007

Porting 4-Tak Perbesar Efisiensi Volumetrik


Efisiensi volumetrik mulai diungkap mekanik balap. Seperti di final kejurnas balap motor Indonesia 2005 di Sentul, dua minggu lalu. Mekanik yang bisa mengail angka efisien volumetrik besar, sanggup mengantar pembalapnya jadi juara nasional.

Menurut Ibnu Sambodo, efiseinsi yaitu campuran bensin-udara yang bisa masuk ke dalam silinder. Untuk mendapatkan angka 100 persen memang susah. Banyak faktor yang mendukung. Seperti diameter payung klep, porting, karburator dan knalpot.

KLIK - DetailSoal karbu, payung klep lebar dan knalpot, mekanik lokal sudah banyak yang tahu. “Tinggal porting yang belum dimainkan,” jelas Ibnu. Makanya dari dulu sudah banyak yang pasang klep lebar namun kenyataanya motor belum bisa lari kencang.

Seperti kepala silinder TDR. Klep isap dan buang sudah besar. Namun tetap saja motor jalan di tempat. Akhirnya banyak yang beralih lagi pakai klep dan head standar. Di kejurnas lalu akhirnya ketemu porting yang pas.

KLIK - DetailBang Jay alias Zaenudin yang bukan MZ, mekanik Yonk Jaya Motor di Bandung memperbaiki kinerja kepala silinder TDR. “Porting lubang isap dan buang digeser,” jelas Bang Jay yang mengantar Wahyu Widodo sanggup mengimbangi Jupiter-Z Hokky ‘Duck’ Krisdianto di Sentul.

Porting yang dilakukan Bang Jay memperlebar lubang isap dan buang. “Menurut buku Four Stroke Perpormace Tuning, karya A. Graham Bell, besarnya 80 persen dari diameter katup,” jelas Ibnu.

Namun angka 80 persen tidak mengikat. “Mekanik sendiri yang harus merasakan ubahan itu,” jelas Ibnu. Tentu berdasarkan coba-coba. Seperti yang dilakukan Bang Jay.

Bang Jay juga mempercepat aliran bahan bakar-udara menuju ruang silinder. Caranya dengan menaikkan posisi klep. Sitting klep dan katup naik. “Sehingga kepala silinder bisa dipapas abis dan kompresi bisa besar,” ungkap Bang Jay.

Cara mempercepat aliran laju gas bakar juga diterapkan Benny Djatiutomo pada Jupiter besutan Hokky Krisdianto dan H. Ichal. Caranya dudukan intake manifold di kepala silinder dipapas. Besarnya angka papasan sekitar 4 mm. Cukup.

Porting 4-Tak Perbesar Efisiensi Volumetrik

Efisiensi volumetrik mulai diungkap mekanik balap. Seperti di final kejurnas balap motor Indonesia 2005 di Sentul, dua minggu lalu. Mekanik yang bisa mengail angka efisien volumetrik besar, sanggup mengantar pembalapnya jadi juara nasional.

Menurut Ibnu Sambodo, efiseinsi yaitu campuran bensin-udara yang bisa masuk ke dalam silinder. Untuk mendapatkan angka 100 persen memang susah. Banyak faktor yang mendukung. Seperti diameter payung klep, porting, karburator dan knalpot.

KLIK - DetailSoal karbu, payung klep lebar dan knalpot, mekanik lokal sudah banyak yang tahu. “Tinggal porting yang belum dimainkan,” jelas Ibnu. Makanya dari dulu sudah banyak yang pasang klep lebar namun kenyataanya motor belum bisa lari kencang.

Seperti kepala silinder TDR. Klep isap dan buang sudah besar. Namun tetap saja motor jalan di tempat. Akhirnya banyak yang beralih lagi pakai klep dan head standar. Di kejurnas lalu akhirnya ketemu porting yang pas.

KLIK - DetailBang Jay alias Zaenudin yang bukan MZ, mekanik Yonk Jaya Motor di Bandung memperbaiki kinerja kepala silinder TDR. “Porting lubang isap dan buang digeser,” jelas Bang Jay yang mengantar Wahyu Widodo sanggup mengimbangi Jupiter-Z Hokky ‘Duck’ Krisdianto di Sentul.

Porting yang dilakukan Bang Jay memperlebar lubang isap dan buang. “Menurut buku Four Stroke Perpormace Tuning, karya A. Graham Bell, besarnya 80 persen dari diameter katup,” jelas Ibnu.

Namun angka 80 persen tidak mengikat. “Mekanik sendiri yang harus merasakan ubahan itu,” jelas Ibnu. Tentu berdasarkan coba-coba. Seperti yang dilakukan Bang Jay.

Bang Jay juga mempercepat aliran bahan bakar-udara menuju ruang silinder. Caranya dengan menaikkan posisi klep. Sitting klep dan katup naik. “Sehingga kepala silinder bisa dipapas abis dan kompresi bisa besar,” ungkap Bang Jay.

Cara mempercepat aliran laju gas bakar juga diterapkan Benny Djatiutomo pada Jupiter besutan Hokky Krisdianto dan H. Ichal. Caranya dudukan intake manifold di kepala silinder dipapas. Besarnya angka papasan sekitar 4 mm. Cukup.

Efisiensi volumetrik mulai diungkap mekanik balap. Seperti di final kejurnas balap motor Indonesia 2005 di Sentul, dua minggu lalu. Mekanik yang bisa mengail angka efisien volumetrik besar, sanggup mengantar pembalapnya jadi juara nasional.

Menurut Ibnu Sambodo, efiseinsi yaitu campuran bensin-udara yang bisa masuk ke dalam silinder. Untuk mendapatkan angka 100 persen memang susah. Banyak faktor yang mendukung. Seperti diameter payung klep, porting, karburator dan knalpot.

KLIK - DetailSoal karbu, payung klep lebar dan knalpot, mekanik lokal sudah banyak yang tahu. “Tinggal porting yang belum dimainkan,” jelas Ibnu. Makanya dari dulu sudah banyak yang pasang klep lebar namun kenyataanya motor belum bisa lari kencang.

Seperti kepala silinder TDR. Klep isap dan buang sudah besar. Namun tetap saja motor jalan di tempat. Akhirnya banyak yang beralih lagi pakai klep dan head standar. Di kejurnas lalu akhirnya ketemu porting yang pas.

KLIK - DetailBang Jay alias Zaenudin yang bukan MZ, mekanik Yonk Jaya Motor di Bandung memperbaiki kinerja kepala silinder TDR. “Porting lubang isap dan buang digeser,” jelas Bang Jay yang mengantar Wahyu Widodo sanggup mengimbangi Jupiter-Z Hokky ‘Duck’ Krisdianto di Sentul.

Porting yang dilakukan Bang Jay memperlebar lubang isap dan buang. “Menurut buku Four Stroke Perpormace Tuning, karya A. Graham Bell, besarnya 80 persen dari diameter katup,” jelas Ibnu.

Namun angka 80 persen tidak mengikat. “Mekanik sendiri yang harus merasakan ubahan itu,” jelas Ibnu. Tentu berdasarkan coba-coba. Seperti yang dilakukan Bang Jay.

Bang Jay juga mempercepat aliran bahan bakar-udara menuju ruang silinder. Caranya dengan menaikkan posisi klep. Sitting klep dan katup naik. “Sehingga kepala silinder bisa dipapas abis dan kompresi bisa besar,” ungkap Bang Jay.

Cara mempercepat aliran laju gas bakar juga diterapkan Benny Djatiutomo pada Jupiter besutan Hokky Krisdianto dan H. Ichal. Caranya dudukan intake manifold di kepala silinder dipapas. Besarnya angka papasan sekitar 4 mm. Cukup.